Le Bloggie's
Final Project
Thursday, 5 January 2017 | 06:32 | 0 comments


Lots of fun with them.
Assalamualaikum,

 Di sinilah bermula bagaimana saya dapat ke CFOUR bersama teman-teman yang lainnya. Begini ceritanya, pada mulanya saya masih kebingungan apa itu TOR yang diberikan oleh ibu Deasi. Saya masih memikirkan tugas apakah TOR ini ? Kemudian Ibu Deasi bilang tugas TOR ini harus dibagi kelompok. Jadi saya dibagi ke kelompok 4. Ya di kelompok 4 ini bermulanya bagaimana saya bisa menjadi ahli dalam kelompok 6 yaitu kelompok yang membawa saya berjumpa dengan anak-anak kanker di CFOUR. Saya tidak mahu berbicara banyak apa yang terjadi di dalam kelompok 4 itu hal karena bisa membuka aib-aib mereka . Jadi saya akan teruskan sahaja dengan kisah saya ke CFOUR bersama teman-teman dari kelompok 6. 

 Ya , saya bersama teman-teman di kelompok 6 bersepakat untuk ke CFOUR pada setiap Jumat setelah habis  mata kuliah Pengantar Komunikasi Islam yaitu pada jam 4. Kami telah diberi cadangan oleh kakak-kakak yang menjadi relawan CFOUR supaya membuat projek TOR ini disini. Jadi saya bersama teman-teman yang lain bersetuju untuk melakukan projek di sini. Bukan hanya cadangan dari kakak-kakak relawan tetapi juga saya teringat akan kata-kata Ibu Deasi "TOR kamu tentang anak-anak kanker udah bagus ,sila teruskan." Tanpa membuang masa, kami juga sempat menggelarkan projek TOR kami ini sebagai THE AMAZING CHILDREN sempena ide dari saya. Kali pertama saya menjejakkan  kaki ke CFOUR, perasaan campur baur tersemai di dalam jiwa kecil ini. Sedih sekali melihat keadaan anak-anak kanker yang berada di situ. Pada ketika itu , saya berasa sangat syukur karena diberi tubuh badan yang sehat oleh Sang Pencipta . Walaupun mereka ini istimewa namun mereka tetap bersemangat untuk teruskan kehidupan mereka. 

 Pada Jumat lalu saya melakukan projek TOR yang terakhir. Pada pagi itu saya dan Fitrun terpaksa untuk izin matakuliahnya Bahasa Arab. Fitrun bilang sama saya supaya untuk kumpul di Kos Erna pada jam 9 pagi , jadi saya bersiap siaga untuk ke Kos Erna dengan speda motor yang dihantar teman sekos saya. Ya agak sukar bagi saya untuk kemana-mana sahaja karena saya sendiri tidak mempunyai speda motor. Saya ke CFOUR juga sering menaiki speda motor bersama Intan. Detik perasaan syukur pada waktu itu,mereka tidak mengeluh terhadap kesusahan yang saya berikan kepada mereka. Ketika ini Rahmi dari kelompok 2 juga turut serta untuk ke CFOUR. Setelah berkumpul di Kos Erna kami segera pergi ke CFOUR,sebelum ke CFOUR kami membeli kueh untuk memberi kepada anak-anak kanker CFOUR. Setelah sampai di CFOUR, saya bersalaman dengan ibu-ibu kepada anak-anak kanker yang ada di situ.Ketika bersalaman dengan ibu-ibu itu mereka memberi senyuman kepada saya. Detik itu saya terkenang ibu saya yang berada di Malaysia . Fitrun masuk ke ruang dapur untuk menghidangkan kueh yang dibeli kepada mereka sementara menunggu Ibu Deasi datang. 

 Jujur saya bilang, saya agak kaku dan kekok ketika berada di situ hal karena saya merupakan mahasiswa asing yang berasal dari Malaysia. Mana mungkin saya mengerti bahasa-bahasa Aceh yang dikatakan oleh seorang anak kanker ini , namanya Saldi. Saldi bilang sama saya " Pajoh kak." Saya bingung lalu saya menanyakan sama Fitrun apa itu "pajoh?" lalu Fitrun bilang " Makan." Oh baru saya mula mengerti dan makan bersama Saldi. Saldi imut kali orangnya , saya mengajak dia untuk bermain bersama saya. Pada mulanya dia malu untuk bermain dengan saya hal karena mungkin saya ini seorang cewek dan bercadar, namun dia tidak segan silu dengan saya karena saya dengan Intan mengajak untuk mengikat tali sepatu di luar rumah . Saldi mulai duduk bersama saya dan Intan ketika itu. "Mari sini kakak ajarin kek mana mau ikat tali sepatu ." Saldi cuba liat cara saya mengikatnya dengan penuh tekun. Kemudian dia mencuba juga untuk ikat tali sepatu walaupun cara dia ikatannya tidak sama seperti saya. Saya bersama Intan tertawa melihat telatahnya itu. Saya masuk ke dalam untuk melihat anak-anak kanker yang lain. Saya menyapa Laili di situ. Selama ini Laili tidak tahu saya berasal dari Malaysia , muka Laili sangat senang apabila mendapat tahu saya orang Malaysia. Dia bilang " Kak saya mahu ke Malaysia." Saya bilang " Yukk kita pergi sama-sama nanti ya." Terpancar jelas sekali wajahnya yang gembira sekali apabila saya berkata demikian. 

 Kemudian saya pergi ke tempatnya Dila bersama ibunya. Keadaan Dila ketika itu sangat menyayat hati karena Dila demam-demam panas. Dila dahulunya seorang yang ceria sering tertawa namun kali ini dia terbaring lemah. Sedih sekali melihat keadaannya itu. Setelah beberapa minit kemudian,Ibu Deasi datang melawat kami di CFOUR untuk mengambil nilai projek TOR kami semua. Saat itu, jujur saya bilang saya rasa gementar dan takut tapi saya buang rasa itu dan melakukan hal seperti biasa. Saya duduk bersebelahan dengan Ibu Deasi pada ketika itu sementara menunggu Ibu Ratna (pengasas CFOUR) datang.Setelah ibu Ratna datang , ibu Ratna langsung ke Dila lalu bilang "panas sekali badan Dila ni, sesak dia. Yuk bawa dia ke rumah sakit." Ibunya Dila mula teriak-teriak karena tidak mahu menghantar Dila ke rumah sakit. Ibu Ratna ada bilang bahwasanya Ibunya Dila itu keras kali mau menghantar Dila ke rumah sakit karena takut Dila disuntik. Saya disitu mula memahami perasaan seorang ibu yang tidak sanggup melihat anaknya kesakitan. Perasaan sedih dan kasihan menyulubungi diri. Sebak ditahan. Di dalam hati kecil ini berkata "Menjadi seorang relawan you need to be strong."

 Sampai sini sahaja saya mampu menulis. Maaf jika ada terkasar bahasa ,tersilap kata. Maaf juga tidak dapat mengirim tugas ini per-minggu karena ada faktor-faktor yang menghalangi. Jutaan terima kasih kepada Ibu Deasi yang banyak membantu dalam hal ini. Kini baru saya sedar projek TOR yang saya lakukan ini amat berguna untuk diri saya sendiri. Pengalaman menjadi relawan ini tidak mungkin saya akan dapat ketika berada di Malaysia, projek TOR ini memberi saya pengalaman yang baru . Saya amat menghargainya. Saya tidak akan berhenti berjuang untuk menjadi relawan. Dari kecil saya berazam dan mengimpikan untuk membuka pasentren dan juga rumah anak yatim. Doakan saya semoga impian saya ini tercapai. Amin.

"Kamu Nur jangan pasif,walaupun kamu bercadar kamu harus tetap petah berbicara. Mana tahu suatu hari nanti mungkin saya dapat jadikan kamu sebagai inspirasi saya."-Ibu Deasi. <3




CFOUR.
Tuesday, 6 December 2016 | 05:26 | 0 comments

 Assalamualaikum. Minggu ini ke CFOUR tapi tidak ada anak-anak CFOUR yang lain di situ kecuali seorang anak CFOUR ini yang berasal dari Singkil. Namanya Laini. Pada minggu ini tiada aktivitas yang ingin dilakukan namun di situ saya telah mendengar sedikit sebanyak tentang kisah kehidupan Laili yang di ceritakan oleh ibunya Laili. Mendengar kisah hidupnya Laili sedikit sebanyak memberi inspirasi,motivasi dan semangat kepada saya dan teman-teman .Saya ingin memohon maaf jika telat atau tidak hantar tugas ini atas kesibukan dari saya dan teman-teman. Sampai disini sahaja dapat dicoretkan karena tidak ada apa lagi mau ditulis. Yang baik datang dari Allah, yang buruk itu datang dari saya sendiri. Wallahualam.


23 Nov 16
Wednesday, 23 November 2016 | 05:35 | 0 comments

 Assalamualaikum, minggu ini saya dan teman-teman ke C-FOUR lagi. Kali ini anak-anak itu udah ada  di C-FOUR. Relawan yang ada cuma 2 orang sahaja kali ni. Hari ini, saya cuma bermain sama anak- anak kanker di situ saja. Saya sempat berbual bersama Amin Rais. Kali ini Amin Rais mula dekat-dekat dan mau bicara bersama saya dan teman-teman.
 Siapa sangka Amin Rais mempunyai bakat yang mendalam dan terpendam. Amin Rais itu mempunyai bakat dalam menulis puisi. Puisinya banyak mengisahkan impiannya. Itu amat membanggakan sekali. Selain itu, Amin Rais juga telah menerima tongkat dari para relawan. 

 Masa juga ngak mengizinkan saya dan teman-teman untuk lama-lama di C-FOUR karena harus kuliah. Jadi akhir kalam saya sudahkan dengan Wallahualam.


Jumat,4 November 2016
Sunday, 6 November 2016 | 20:40 | 0 comments

 Assalamualaikum, pada minggu ini saya dan teman2 ke C-FOUR ingin melihat dan anak-anak kanker tersebut tapi sayang sekali mereka masih belum pulang ke C-FOUR. Hal ini kerana,masih di antara mereka yang masih di kampung halaman dan masih dirawat di rumah sakit .

 Pada waktu saya ke C-FOUR baru-baru ini yang cuma ada seorang bayi kanker dan seorang laki-laki kanker. Laki-laki kanker itu namanya Amir Rais dan umurnya sama seperti saya yg berasal dari Gago. Laki-laki ini kurang mau bicara sama saya dan teman-teman mungkin atas faktor tertentu tetapi apa yang mengejutkan saya ialah,laki-laki ini mempunyai semangat yg tinggi untuk melakukan ibadah solat walaupun dalam keadaan yang kurang sempurna tubuh badannya.

 Sampai sini sahaja saya dapat coretkan .Yang baik itu dtg dari Allah yg buruk itu dtg dri saya sendiri. Wallahualam
Juma't,14 Oktober 2016
Wednesday, 19 October 2016 | 02:41 | 0 comments

Assalamualaikum, pada minggu pertama,saya pergi ke C-FOUR melawati anak- anak kanker di Rumah Singgah Anak-Anak Hebat C-FOUR di Lampriet. Minggu pertama bagi saya mungkin agak sukar untuk mendekati anak-anak ini kerana masalah komunikasi yang dihadapi oleh saya sendiri . Namun itu bukan penghalang bagi saya untuk melakukan kegiatan yang telah ditulis di dalam TOR kelompok saya.
  Minggu kemarin itu, saya bersama teman-teman pergi ke sana untuk melakukan kegiatan mengajar anak-anak kanker namun apakan daya anak-anak kanker itu ngak ada di C-FOUR kerana mereka pulang ke kampung,ada juga yang ke rumah sakit untuk mendapatkan rawatan bagi merawat penyakit mereka . Jadi, saya melakukan kegiatan yang luar dari kegiatan yang ditulis di dalam TOR kelompok saya kerana keterbatasan hal yang tidak dapat dielak .
Pada minggu itu, saya membantu orang-orang di C-FOUR untuk mengecat dan mendekorasi rumah anak-anak kanker ini.Hanya ini sahaja kegiatan yang dilakukan oleh saya sama kelompok saya.
Bonjour
Tuesday, 18 October 2016 | 02:27 | 0 comments

Hi,Assalamualaikum . Im not new in blogger,im just renew it . So,you guys are welcoming to read my blog. Have a nice day and enjoy it !


Adios.